Wednesday, January 23, 2013

Bahaya Mendiagnosa Penyakit Lewat Internet


Apakah Anda mengunjungi "dokter Google" lebih sering dari dokter di klinik? Anda tidak sendiri. Dalam sebuah survei tahun lalu di Amerika diketahui 35 persen responden mencocokkan gejala penyakitnya di internet dan mendiagnosa dirinya sendiri.

Masih menurut survei yang dilakukan The Pew Research Center's Internet & American Life Project itu, sekitar 41 responden mengatakan diagnosis sendiri itu ternyata dikonfirmasi kebenarannya oleh dokter.

Tetapi sekitar satu dari tiga responden mengaku tidak pernah pergi ke dokter untuk mencari opini kedua. Malahan, 18 persen responden mengatakan upaya mendiagnosis sendiri itu ternyata salah ketika ditanyakan ke dokter.

Saturday, January 19, 2013

Tinggalkan Gadget, Bisa Lebih Kreatif


Ada cara mudah untuk meningkatkan kreativitas otak Anda. Ini adalah kesimpulan dari pemantauan terhadap 30 orang pria dan 26 orang wanita (rata-rata berusia 28) yang berpartisipasi dalam Outward Bound.
Ini adalah ekspedisi kepemimpinan bagi kaum muda dan orang dewasa di seluruh Alaska, Colorado, dan Maine. Dalam penelitian ini, para relawan diminta untuk mendaki sebuah gunung dengan sebelumnya 24 orang dari mereka diberikan tes pemecahan masalah kreatif. Tes yang dikenal sebagai Remote Associates Test ini umumnya digunakan untuk menilai kreativitas dengan mengukur bagaimana orang mengasosiasikan kata-kata yang berbeda. Mereka yang diberikan tes setelah empat hari mendaki menjawab dengan benar 6 dari 10 pertanyaan. "Ini bukan efek yang kecil," kata penulis studi David Strayer, seorang profesor psikologi di University of Utah.
Efek baik dari alam untuk pikiran manusia telah diketahui dari generasi ke generasi, seperti yang ditulis oleh Henry David Thoreau. "Alam tampaknya menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk membuat pikiran seseorang tenang dan meningkatkan pemikiran kreatif dengan menyingkirkan kekhawatiran," kata Strayer.

Friday, January 18, 2013

Kiat Menurunkan Risiko Serangan Jantung


Penyakit jantung  merupakan penyebab utama kematian di era modern sekarang. Tak hanya di negara maju, di negara berkembang seperti Indonesia juga demikian. Perubahan lingkungan, pola makan, gaya hidup, merupakan sebagian penyebab meningkatnya kasus penyakit jantung ini.
Beberapa kondisi, seperti usia , hipertensi, gangguan irama jantung, kolesterol tinggi, diabetes, stres dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami serangan jantung dan stroke.

Kiat  di bawah ini mudah-mudahan dapat menurunkan risiko Anda mengalami serangan jantung dan stroke :

Monday, January 14, 2013

Penyebab Mudah Lelah


Jangan heran jika berbagai upaya yang sudah dilakukan untuk mengembalikan energi tubuh tak pernah berhasil. Mungkin itu karena Anda belum tahu apa penyebab tubuh selalu merasa lelah.

Simak beberapa penyebab utama mengapa tubuh selalu merasa lelah mesti tak banyak beraktivitas.

- Kekurangan vitamin dan mineral
Kadar vitamin D, B12 atau zat besi yang rendah bisa menyebabkan Anda lelah, cemas, dan merasa payah. Bahkan, kekurangan vitamin D bisa menyebabkan otot terasa lemah dan nyeri.

Thursday, January 10, 2013

Cara Sel Punca Mengatasi Penyakit


Penasaran dengan mekanisme kerja sel punca mengobati berbagai penyakit? Feng Qi Rong, dokter sekaligus peneliti sel punca dari Modern Hospital Guang Zhou Cina memberikan penjelasannya:

Sel punca merupakan sel yang memiliki kemampuan membelah dengan cepat dan belum memiliki fungsi khusus. Sel ini dengan teknik tertentu dapat disisipkan ke dalam jaringan atau organ yang bermasalah untuk dapat "meniru" fungsi dari sel-sel di jaringan atau organ tadi, sehingga organ dapat menjalankan fungsinya dengan normal kembali.

Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang dapat diobati dengan sel punca dan mekanismenya yang dipaparkan oleh Feng :

Wednesday, January 9, 2013

Pentingnya Sarapan


Sarapan adalah waktu makan yang terpenting dalam sehari. “Selama ini orang berpikir hanya minum air, kopi, atau teh sudah sarapan, atau hanya makan sepotong kue kecil sudah dianggap sarapan. Padahal itu belum cukup untuk dikatakan sarapan. Menurut Hardinsyah yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, masih banyak masyarakat yang salah memaknai sarapan. Hal ini mungkin karena masih banyak yang belum tahu manfaat sarapan. Sarapan tidak bisa diartikan makan pagi atau minum pagi saja. Paling tidak, sarapan harus mengandung karbohidrat dan protein seimbang, ditambah dengan vitamin dan mineral.
“Satu butir telur atau satu gelas susu untuk sarapan masih belum cukup.
“Kebutuhan vitamin dan mineral memang paling sulit dipenuhi saat sarapan. Berbeda dengan karbohidrat dan protein yang relatif mudah didapatkan hanya dari nasi dan lauk. Maka sebisa mungkin tetap sisipkan sayuran atau buah dalam sarapan,” tambahnya.

Saturday, January 5, 2013

Terapi Kanker Prostat Bikin Penis Mengecil


Sejumlah kecil pria pasien kanker prostat mengeluhkan ukuran penis mereka tampak mengecil setelah menjalani serangkaian terapi pengobatan kanker prostat. Mereka juga merasa menyesal memilih terapi pengobatan tersebut. Karena berbagai kemungkinan efek samping yang bisa terjadi, pasien sering kali bingung memilih terapi pengobatan.
"Hasil penelitian ini menunjukkan, pemendekan penis ini sangat berpengaruh pada kualitas hidup pasien.  Efek samping tersebut ternyata cukup sering dialami oleh pasien yang menjalani prostatectomies atau operasi pengangkatan prostat dan pasien yang menjalani terapi hormonal serta dikombinasikan dengan radiasi.
Nguyen mengatakan, sebenarnya kebanyakan pasien bisa menerima efek samping pengobatan jika di awal mereka sudah diberi tahu.
Penelitian yang dilakukan Nguyen itu melibatkan 948 pria yang mengalami kekambuhan kanker prostat. Lebih dari 50 persen pria mendapatkan operasi pengangkatan prostat, 24 persen radiasi yang dikombinasikan dengan terapi penghambat hormon dan 22 persen hanya mendapatkan radiasi. Jumlah pria yang mengalami efek samping itu bervariasi tergantung jenis terapi. Misalnya, 3,7 persen pria yang menjalani pengangkatan prostat mengatakan penis mereka menyusut, sedangkan yang menjalani terapi hormon dan radiasi ada 2,7 persen yang mengalami efek samping serupa.