Friday, January 4, 2013

Ditemukan Terapi Kanker yang Potensial


Kanker dan HIV merupakan penyakit yang menjadi momok karena belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell Stem Cell memfokuskan penelitian pada sitotoksik sel T, yaitu sel imun yang dapat mengenali secara cepat tanda-tanda dari sel kanker yang menyerangnya.
Saat sel asing, baik itu sel lain, virus, maupun bakteri menyerang, sebenarnya tubuh sudah membuat sendiri mekanisme pertahanan, yaitu dengan mengerahkan sel-sel imun untuk melawannya. Hanya, sistem pertahanan ini belum terlalu kuat untuk menghadapi penyakit, seperti kanker dan HIV. Oleh karena itu, para peneliti berharap dengan menyuntikkan sel tambahan, sistem imun pun dapat diperkuat dalam melawan kedua penyakit ini.

Wednesday, January 2, 2013

Tips Kurangi Risiko Serangan Jantung


Fenomena meningkatnya kematian akibat serangan jantung selama liburan, natal, dan tahun baru sudah lama diketahui. Fenomena ini di Amerika Serikat dikenal dengan Holiday Heart Syndrome.

Bagaimana fenomena ini di Indonesia? Saya belum menemukan referensinya, tetapi kecendrungan itu saya lihat ada. Untuk itu, tips dibawah ini mudah-mudahan dapat mengurangi risiko itu pada saat Anda merayakan liburan, Natal dan tahun baru ini :

Tuesday, January 1, 2013

Aktivitas Fisik Pengaruhi Kemampuan Otak


Jika usia Anda sudah lebih dari 40 tahun, wajar jika Anda mulai merasa sering lupa. Atau pada suatu saat, Anda juga lupa memenuhi sebuah janji dengan seseorang.
Lupa akan sesuatu hal yang kecil sebaiknya tak perlu Anda takutkan. Namun sering lupa juga dapat menjadi sesuatu yang menganggu, terlebih jika keadaannya bertambah buruk.
Itulah yang membuat Anda harus terus berupaya membuat otak tetap aktif. Namun sebuah studi baru menyatakan bahwa ada sesuatu yang lebih baik selain melatih "otot" otak. Frontal lobe memiliki peran penting dalam penyelesaian masalah, kepribadian, daya analisa, dan daya ingat. Sehingga penting disini untuk melakukan olahraga fisik sebaik Anda melakukan olahraga otak.

Selain berolahraga rutin, inilah beberapa aktivitas yang dapat dilakukan sehari-hari untuk menambah jumlah porsi aktivitas fisik Anda:

Sunday, December 30, 2012

Gula Darah Diabetesi Bisa Kembali Normal?


Walau sudah didiagnosis diabetes melitus, tetapi satu dari sembilan orang penderita diabetes berhasil mendapatkan kadar gula darah normal atau level "pra-diabetes" setelah mereka secara konsisten melakukan program olahraga dan pengaturan pola makan selama setahun.
Dalam dunia kedokteran, kondisi tersebut disebut juga dengan remisi diabetes tipe 2. Kendati sangat jarang, tetapi tetap ada harapan bahwa perubahan gaya hidup bisa membuat penderita diabetes bebas dari ketergantungan obat dan terhindar dari risiko komplikasi.
"Selama ini ada anggapan kalau sekali terdiagnosis diabetes tidak mungkin ada remisi atau kesembuhan," kata Edward Gregg, ketua peneliti dari Center for Disease Control and Prevention.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Gregg dan timnya memang tidak dibuktikan bahwa program eksperimental berupa konseling selama 6 bulan menyebabkan perbaikan kadar gula darah. Tujuan utama penelitian itu sebenarnya adalah untuk mencari tahu apakah program intervensi bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

Saturday, December 29, 2012

Cara Mencegah Anak Kegemukan


Obesitas pada anak terus meningkat. Peningkatan itu juga berpengaruh pada melonjaknya jumlah anak yang menderita diabetes. Di Indonesia, menurut data perhimpunan endikronologi anak, terjadi peningkatan kasus diabetes pada anak sampai 500 persen. Orang tua harus menjaga pola makan anak, selain itu mereka juga perlu menjadi panutan dalam menjalani pola hidup sehat.
"Orang tua harus menjadi role model bagi anak, jangan menyuruh anak untuk menjalani pola makan sehat, tapi mereka sendiri tidak sehat," kata dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ (K), Psikiater Anak pada kesempatan yang sama. Dr.Aman merumuskan beberapa tips sederhana bagi orangtua untuk mengontrol perilaku makan dan aktivitas anak. Tips ini dirumuskan menjadi 5-2-1-0.

Friday, December 28, 2012

Serangan Jantung pada Wanita bisa saja terjadi mendadak


Kebanyakan orang beranggapan, serangan jantung itu hanya terjadi pada laki-laki, padahal tidak demikian.
Anggapan demikian, dan gejala serangan jantung yang tidak spesifik pada wanita dapat menyebabkan penanganannya   jadi terlambat, dan akibatnya angka kematiannya juga tinggi.  Salah satu penyebabya adalah gejala serangan jantung yang tidak spesifik pada wanita. Melihat keluhan dan gejala tanpa pemeriksan pendukung, tidak salah dokter yang memeriksa sebelumnya memperkirakan sebagai keluhan lambung. Pasien sebelumnya tidak mengira bahwa dia mengalami  serangan jantung. Pasien malah takut itu gejala tumor di payudaranya.
Karena pasien menganggap seperti itu, dia tidak segera memeriksakan dirinya ke dokter, pasien hanya minum obat pereda nyeri, namun nyerinya tidak mereda.  Lemah dan sesak nafas yang lebih berat. Sama dengan kedua pasien di atas, wanita sering memberikan gejala yang tidak spesifik, khas untuk serangan jantung. Keluhan nyeri, seperti nyeri pada lambung, mual, nyeri pada payudara, lengan, dan punggung belakang, sering dianggap bukan sebagai tanda, gejala jantung oleh pasien sendiri, bahkan dalam pemeriksaan awal dokter juga dapat mendiagnosis lain.

Wednesday, December 26, 2012

Fenomena Penyandang Diabetes


Diabetes Melitus (DM) yang tidak terkontrol dengan baik akan menyebabkan bermacam komplikasi buruk kepada kesehatan Anda. Walaupun, sebenarnya komplikasi itu tidak harus terjadi. Komplikasi dapat dicegah, bila Anda mempunyai kemauan, kesadaran, komitmen yang tinggi terhadap penyakit ini. Tetapi, sayang, masih banyak pasien DM yang harus menjalani hidup dengan komplikasi-komplikasi yang menyedihkan itu.
Sebagai contoh sederhana, di poliklinik penyakit dalam pada suatu pagi, sebagian besar pasien yang berkonsultasi adalah penyandang DM. Mulai dari pasien yang baru di diagnosis sampai dengan pasien lama dengan berbagai komplikasi. Melihat beberapa pasien dengan kondisi demikian, timbul pertanyaan dalam diri saya, "Apakah mereka harus seperti ini? Sehubungan dengan itu, beberapa pasien di bawah ini, barangkali dapat menggambarkan bagaimana menyedihkannya keadaan penderitaan DM yang sudah mengalami komplikasi.